Menko PMK : Pesantren Cerdaskan Kehidupan Bangsa

23 Oktober 2018  |  11:50 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani saat peringatan Hari Santri Nasional, Senin (22/10)/Dok, Kemenko PMK

Bisnis.com, JAKARTA - Pada momentum Hari Santri Nasional (HSN), Senin (22 /10/2018), Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada komunitas pesantren Indonesia.

Puan menyebut bahwa pesantren telah memberi kontribusi yang konkret dalam usaha mencerdaskan kehidupan bangsa.

‘’Kita tahu, ada puluhan ribu Madrasah Ibtidaiyah, Tsanawiyah dan Aliyah yang diselenggarakan oleh berbagai pesantren dalam rangka mengintegrasikan diri dengan sistem pendidikan nasional,’’ ujar Puan Maharani.

Ada juga ribuan Raudhatul Athfal (RA) yang kini populer dengan sebutan Pendidikan Anak usia Dini (PAUD), dan sejumlah universitas yang menginduk ke pesantren.

Kehadiran lembaga pendidikan formal di tengah lembaga pesantren itu secara resmi diakui meningkatkan angka partisipasi pendidikan generasi muda.

‘’Langkah itu adalah salah satu bentuk partisipasi langsung kalangan pesantren dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM),’’ sebut Puan.

Dikatakan,  bahwa sejak 2017, angka IPM Indonesia sudah berada di atas 70, yang berarti masuk ke dalam kelompok negara High Human development. Namun, Menko PMK mengingatkan, bahwa pada hari ke depan akan terjadi persaingan yang lebih ketat di antara negara-negara dunia dalam meraih kemajuan ekonomi.

Kuncinya, menurut Puan, adalah sumber daya manusia. Untuk itu,  dia mendorong agar peringatan Hari Santri bisa menjadi momentum untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan pesantren.

‘’Ke depan saya percaya bahwa pesantren juga akan lebih aktif ke pendidikan vokasional,’’ tambah Puan.

Dia juga percaya bahwa komunitas pesantren akan lebih dalam terlibat dalam gerakan masyarakat madani untuk mempertahankan nilai-nilai Pancasila, UUD Negara RI 1945, NKRI dan prinsip Bhinneka Tunggal Ika.