Ini Capaian Gerakan Revolusi Mental dalam 4 Tahun Terakhir

26 Oktober 2018  |  13:04 WIB
Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani memimpin rapat koordinasi tingkat menteri di Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (2/11)./ANTARA-Hafidz Mubarak A

Bisnis.com, MANADO -- Selama empat tahun berjalan, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mencatat capaian positif yang telah ditorehkan oleh Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM).

Hal ini dapat dilihat dari penyediaan pelayanan publik yang lebih transparan, tertib, dan pasti; perbaikan fasilitas pelayanan dan budaya pelayanan yang lebih baik; sinergitas program dan kebijakan pemerintah; serta pembangunan infrastruktur yang lebih merata dan berkesinambungan.

Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Kemenko PMK Nyoman Shuida menjelaskan capaian positif GNRM mencakup perubahan cara pikir, cara kerja yang membawa perubahan pula pada cara hidup berbangsa.

Sejalan dengan itu, pihaknya pun menggelar rangkaian acara Pekan Kerja Nyata (PKN) Revolusi Mental untuk menyebarluaskan capaian GNRM kepada masyarakat luas. Kegiatan ini berlangsung di Manado, Sulawesi Utara (Sulut) pada 26-28 Oktober 2018.

“Melalui PKN Revolusi Mental, Kemenko PMK ingin menyebarkan semangat gerakan ini kepada lebih banyak masyarakat, khususnya masyarakat Manado dan sekitarnya. Harapannya, masyarakat lebih mengetahui berbagai inovasi pelayanan publik dan merasakan manfaat dari program ini, menjadi karakter masyarakat yang dapat nantinya memajukan Indonesia,” ujarnya melalui keterangan resmi, Jumat (26/10/2018).

Menurut Nyoman, penyelenggaran PKN Revolusi Mental dilakukan agar masyarakat bisa melihat berbagai inovasi layanan publik dari Kementerian/Lembaga, maupun Pemerintah Daerah (Pemda) seperti simulasi tes CAT oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang diperuntukkan bagi para pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), akses pencetakan e-KTP, perpanjangan SIM, dan lainnya.

Dia menjelaskan pemerintah ingin menegaskan komitmen dan ajakan Revolusi Mental sebagai gerakan bersama untuk mewujudkan sebuah kesatuan bangsa, mencapai kemandirian, dan memiliki karakter melayani yang merupakan jati diri bangsa Indonesia. Hal ini sesuai dengan tema yang diangkat dalam PKN Revolusi Mental, yaitu “Revolusi Mental Untuk Indonesia Satu, Mandiri, dan Melayani”.

“Sebagai gerakan bersama, sinergi lintas instansi menjadi kunci pelaksanaan gerakan ini sebagai lokomotif perubahan menuju Indonesia yang lebih baik. Hal ini terlihat dari berbagai program Revolusi Mental yang mengutamakan keterlibatan masyarakat di berbagai bidang. Di bidang pendidikan, program Kuliah Kerja Nyata Tematik Revolusi Mental maupun penguatan pendidikan karakter melibatkan institusi Pendidikan,” tambah Nyoman.

Dunia usaha juga terlibat dalam GNRM, yang antara lain terlihat dalam program penurunan dwelling time, peningkatan kebersihan di area bandara, dan cashless payment ticket untuk transportasi massal.

Di lain sisi, Aparatur Sipil Negara (ASN) juga dilibatkan untuk mendorong inovasi pelayanan publik. Masyarakat pun turut terlibat aktif dalam berbagai kegiatan sosialisasi, salah satunya sebagai volunteer Asian Games dan Asian Para Games 2018.

“Masyarakat juga bisa melihat capaian program Revolusi Mental di masing-masing program turunannya, mulai dari Gerakan Indonesia Melayani, Bersih, Tertib, Mandiri, dan Bersatu. Capaian Gerakan Indonesia Melayani terlihat dari peningkatan transparansi dan kualitas perekrutan CPNS melalui sistem CAT, Mal Pelayanan Publik, dan berbagai inovasi layanan publik yang sudah berbasis online,” lanjutnya.

Sementara itu, capaian Gerakan Indonesia Bersih terlihat dari upaya revitalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, tata kelola lahan gambut yang berhasil menurunkan 93,6% titik api, gerakan bersih sanitasi publik, edukasi dan pelaksanan Gerakan Masyarakat Sehat (GERMAS), Gerakan Sekolah Bersih dan Bebas Intimidasi, serta pengurangan sampah plastik.

Adapun capaian Gerakan Indonesia Tertib dilihat dari percepatan penyelesaian pengaduan masyarakat yang mencapai 80% dengan memanfaatkan jaringan komunikasi elektronik, juga adanya edukasi tertib berlalu lintas serta peningkatan sinergi penyediaan sarana dan prasarana tempat transportasi massal.

Untuk Gerakan Indonesia Mandiri, capaiannya terlihat dari sinergi program pemerintah untuk menurunkan angka kemiskinan, peningkatan indeks daya saing global, penurunan suku bunga program Kredit Usaha Rakyat, sistem perizinan terintegrasi (Online Single Submission/OSS), serta program dana desa.

Untuk Gerakan Indonesia Bersatu, capaiannya terlihat dari semangat gotong royong antara pemerintah dan masyarakat dalam menyelesaikan berbagai permasalahan Indonesia, di antaranya rehabilitasi dan rekonstruksi daerah bencana, penanganan berita hoaks, serta peningkatan kerukunan umat beragama.

Seperti diketahui, revolusi mental merupakan suatu gerakan bersama untuk mengubah karakter bangsa dengan menguatkan nilai integritas, etos kerja, dan gotong royong.

Dalam hal ini, Kemenko PMK bertanggung jawab untuk melakukan koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian GNRM sebagaimana diamanatkan dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 12 Tahun 2016 tentang Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM).

Sebagai salah satu turunan program GNRM, PKN Revolusi Mental akan menghadirkan berbagai kegiatan inovatif yang melibatkan masyarakat, pelajar, komunitas serta tokoh-tokoh inspiratif penggerak perubahan dari perwakilan 34 provinsi. Secara khusus, kegiatan ini juga akan memberikan penghargaan pada agen-agen revolusi mental berprestasi.

Pembahasan tentang Gerakan Indonesia Melayani - Indonesia Bersih - Indonesia Tertib - Indonesia Mandiri - Indonesia Bersatu bakal dikupas tuntas dalam Rembuk Nasional dan Workshop. Sekitar 200 stan dari Kementerian/Lembaga, Provinsi, Kabupaten/Kota akan mengisi pameran PKN Revolusi Mental.

  Artikel Terkait