Empat Tahun Pemerintahan Jokowi-JK, Penyaluran KUR Capai Rp313,9 Triliun

27 Oktober 2018  |  10:57 WIB
Ekonom Universitas Gadjah Mada Tony Prasetiantono (kiri) dan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono (kanan) bersalaman usai acara Rembuk Nasional Gerakan Indonesia Mandiri bertajuk Kemandirian Ekonomi untuk Indonesia Maju di Manado, Sulawesi Utara, Sabtu (27/10)./Bisnis-Deandra Syarizka

Bisnis.com, MANADO -- Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat hingga September 2018 mencapai total Rp313,9 triliun sejak dikucurkan pada 2015.

Dana tersebut telah disalurkan kepada 13,3 juta debitur sejak 2015.

Sekretaris Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian Susiwijono menjelaskan Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi 1 dari 11 program perbaikan produktivitas yang dijalankan selama pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Kemenko Perekonomian menyatakan pertumbuhan penyaluran KUR cukup baik, dilihat dari besarnya dana yang disalurkan dan jumlah pengusaha yang menjadi debitur.

"Trennya juga semua komposisi meningkat, termasuk jumlah debitur dan jumlah dana yang disalurkan. Memang KUR tidak secara langsung berpengaruh terhadap kemiskinan, tetapi dapat menjadi akses pembiayaan kepada masyarakat kecil," ujarnya dalam acara Rembuk Nasional Gerakan Indonesia Mandiri bertajuk “Kemandirian Ekonomi untuk Indonesia Maju”, di Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Sabtu (27/10/2018).

Total penyaluran KUR selama sekitar empat tahun tersebut terdiri atas Rp208,6 triliun KUR mikro, Rp104,6 triliun KUR ritel/kecil, dan Rp705 miliar KUR bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

Tren penyaluran KUR memang terus menunjukkan peningkatan. Pada 2015, realisasi penyaluran KUR mencapai Rp22,8 triliun.

Jumlah itu meningkat menjadi 94,3 triliun pada 2016, dan Rp96,7 triliun pada 2017. Pada tahun ini, realisasi penyaluran KUR hingga September telah menyentuh Rp100,1 triliun.

Namun, dari sisi debitur, pertumbuhannya mengalami perlambatan. Pada 2015, jumlah debitur KUR mencapai 1 juta dan meningkat menjadi 4,4 juta pada 2016.

Jumlah itu mengalami penurunan pada 2017, di mana jumlah debiturnya tercatat sebanyak 4,1 juta. Adapun hingga September 2018, jumlah debitur KUR tercatat sebesar 3,8 juta.